Selasa, 22 April 2014

candi ratu boko prambanan keraton tugu ujan ujan mendung nyasar

itu kenapa judulnya seperti itu sih saa?
ah mau tau aja lo! kepo!! (lagi galak)
hahaha

dimulai dari perjalanan susur prambanan yang hampir tutup dan kekejaran dengan ratu boko untuk melihat sunset
akhirnya kesampean juga ke tempat-tempat itu dan emang itu tempat asli tjakep dan recomended bgd buat didatengin apalagi sama pasangan :((((((

gua lupa mau nulis biaya-biayanya karena sudah lama dan maklum lupa
pokoknya mah biaya masuk gk terlalu mahal laah yaa


Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.
Istana ini terletak di 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.
Bila masuk dari pintu gerbang istana, anda akan langsung menuju ke bagian tengah. Dua buah gapura tinggi akan menyambut anda. Gapura pertama memiliki 3 pintu sementara gapura kedua memiliki 5 pintu. Bila anda cermat, pada gapura pertama akan ditemukan tulisan 'Panabwara'. Kata itu, berdasarkan prasasti Wanua Tengah III, dituliskan oleh Rakai Panabwara, (keturunan Rakai Panangkaran) yang mengambil alih istana. Tujuan penulisan namanya adalah untuk melegitimasi kekuasaan, memberi 'kekuatan' sehingga lebih agung dan memberi tanda bahwa bangunan itu adalah bangunan utama. 

 prambanan no filter dan mendung





jalan kaki dari benteng vandenburg sampe keraton jogjakarta .. jalan kaki kaki jalan terus





















pamer fotonya saja yaaa :))))



Kamis, 20 Maret 2014

jalan-jalan taman sari castel

minggu, 23 februari 2014
MASIH DI jogjakarta hari kedua
pagi-pagi belum sarapan yang penting uda mandi
lanjut jalan lanjut foto ke taman sari..
kali ini naik motor dan nyasar 2x ke taman sari akhirnya nyampe juga..
murah kok masuknya, cuma agak sedikit berantakan karena mungkin pasca abu kelud..
sekilas tentang taman sari, sehabis bayar tiket banyak guide kok untuk menjelaskan seluruhnya tentang taman sari ini..
Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.
Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Sebagai pimpinan proyek pembangunan Taman Sari ditunjuklah Tumenggung Mangundipuro. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko, besrta seluruh rakyatnya. Oleh karena itu daerah Madiun dibebaskan dari pungutan pajak. Di tengah pembangunan pimpinan proyek diambil alih oleh Pangeran Notokusumo, setelah Mangundipuro mengundurkan diri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang Tegis.
Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

 welcome


 jangan coretcoret please







bukan lawang sewu










 lanjutannya besok yaaa....

Rabu, 19 Maret 2014

malam-malam ada setan ada mobil banyak lampu JOGJA versi malam

malam harinya cuaca emang lagi gak ngedukung banget buat full kita nikmati kota pelajar ini..hujan tiada henti
tapi apalah daya sebisa kita menikmati perjalanan saja hingga jadi kenangan dan cerita kelak.. aseeek

jalan kaki malam-malam melewati jalan dagen-malioboro-tugu nol km-alunalun selatan jogja....
lumayan yaah.. sambil bawa senjata camera SLR buat mengabadikan moment..



sampai di tugu nol KM ow ow ow gua terkejut takut lihat diseberang ada 3 (orang) setan, kenapa gua sebut orang karena mereka emang orang yang berhias macam setan.. ada setan kuntilanak, pocong, drakula, kirain setan indonesia semua.. itu make up mereka gak luntur ya kena air hujan gitu...hahaha lupakan

kita gak tau jalan dan memutuskan untuk naik becak aja ke alun-alun selatan jogja..nego 10ribu sekali jalan sama si bapak-bapak.. dan okeey jalan-jalan bro..hahaha

baru aja sampe eh malah hujan yaudah makan lesehan sembari ngisi perut nunggu ujan berenti juga..

niatnya mau masangin (kl salah maaf) lari diantara kedua pohon beringin, karena itu tanah lapangannya becek jadi dari pada maksa dekil malu sama yang punya hotel uda muka dekil masa kaki dekil.. :D

hujan redda motret-motret lagi deh..

banyak mobilmobilan yang hebring macam dunia gemerlap kayak gini nih
pengen naik sih tapi kayaknya pegel mesti gowess

mau melanjutkan perjalanan uda nego sama tukang becak buat anter ke taman pelangi (yang banyak lampionnya itu lho) tapi abang becaknya gak tau malah diajak ke taman pintar (malem tutup) yaudah kita minta anterin ke malioboro aja deh jadinya.. pulang abis ujannya juga gak ada niat berenti gada niat bikin kita senang.. hiks hiks



bukit bintang, pucak versi JOGJA

SEHABis basah-basahan di goa pindul back to kota jogja melewati jalan raya wonosari, gua sih tinggal ikut aja ya temen gua yangg bawa motornya.. nyasarnyasar deh..

pas lewat gua merasa di puncak cipanas yang di bogor itu lho..

padahal ini jogja gua sempet brenti dibukit bintang versi jogja yaa.. tapi gua ambil viewnya siang sih, kalo malem mungkin ini ajip banget men.. romantis lagi kalo sama pacar..sayang pacarnya sayang jadi pacar orang..hahah









DATANGLAH DAN LIHAT SENDIRI.. SALAM KAKI, SALAM RANSEL