Minggu, 08 Juni 2014

BRO mo engaaap !!!!






habis dari panajakan kita lanjut ke bromo  

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

perjalanannya kurang asik kayaknya karena lahan jalan kaki bercampur sama trek kuda..gak dimana mana kuda selalu buang hajat sembarangan gak bisa ditahan apa??(ngedumel sendiri) ini jadi pasir campur eek kuda.. subur subur deh itu pasir..haha

ada 2 pilihan untuk sampai kawah bromo yang aktif itu, satu lo bisa naik kuda naik kuda sampai tangga setapak yang ngantrinya kayak sembako gratisan..haha
atau bisa lewat jalur pasir, kalo gua milih jalur pasir katanya richi sih lebih enak adventure lebih epic bisa foto-foto..setengah jalan rasaanya panas banget rasanya berat banget kaki untuk melangkah tiga kali melangkah  dua kali merosot inilah trek pasir sama sih gua pernah nanjak anak krakatau kayak gini pasir pasir licin gak kuat gua lelet yang lain dibelakang gua pada ngantri mau naik . haduh saasa lo ngalangin jalan orang aja merosot lagi gih gak usah nanjak (ngomong dalam hati)

entah nanjak berapa lama akhirnya anak panda ini bisa sampe puncak..wuiih
fyi sedia kacamata hitam ya pasirnya terbangterbangan..

kita gak bisa lama-lama di puncak karena kawah aktif dan bau belerangnya itu gak enak . sampe puncak emang keren banget rasanya tuh gak mau turun tapi kita jangan terbuai bila sudah diatas ya kayak kehidupan jangan merasa puas dan semenamena kalo uda di atas..




 kapan bisa bawa jeep ya..
























gua mulai suka mendaki dekat sama alam itu bikin kita banyak-banyak bersyukur sama hidup..selama kaki ini masih bisa melangkah gua akan melangkah dan belajar dari apa yang dilewatkan..

hai BRO mo

ini hari terakhir di malang sedih sih kalo harus ninggalin kota trip dengan keluarga baru.

setelah kemaren menghajar tubuh dengan coban pelangi dan makan apel. pagi ini tepatnya sih pagi buta kita dibangunin jam 3pagi waktu setempat dengan mata setengah melek menuju kamar mandi yang airnya tak ingin disentuh sedikitpun (pastinya sih karena dingin) walaupun hanya ngelap mata dengan sebelas jari (alias jempol)

ganti baju yang paling anget menurut lo deh ya karena perjalanan menuju pananjakan itu dingin abeees..

keluar homestay gua mendongakkan kepala melihat langit pagi itu woow bintangnya banyak bangettt gua suka banget liatnya rasanya disitu kita deket banget sama bintang pengen banget dipetikin bintang sama pacar..halaaah

sebelum berangkat kita berdoa dan pembagian jeep.

oke kita pake jeep yg terbuka gitu deh katanya sih biar adventure gitu .

gua dapet duduk di depan, kurang seru didalem sama ade bayi kl gak salah namanya cila, dia sempet nangis beberapa kali sampai akhirnya tidur..

oke di bukit seruni pananjakan 2 tepatnya tempat kita melihat sunrise dari sini bintangnya banyaaak aduuh mataku berbinar-binar lihatnya..

oke mulai mendaki nanjak yaa dengan headlamp yang gua bawa untuk memberi cahaya pada jalan setapak, mulai engos-engosan dada mulai sesak tapi semburat oranye tanda matahari akan tiba mengalahkan rasa lelah bersama sang pacaar semangat untuk meenyaksikan alam cantik ini..

oh ya fyi kl mau naik bisa menggunakan kuda ya kalian bisa tawar-tawar harga sendiri ya..aku sih jalan kaki masih muda masih kuat..hehe

naik kuda bisa sampai tangga terakhir penanjakan kok jadi kalian gak terlalu capek..

sampai di puncak pananjakan saatnya arahkan kamera pada sang surya yang ingin menampakkan kecantikannya..kalah deh aku cantiknya pokoknya..haha

oke batre si 550d langsung ngedrop sisa 2 garis..haduh wajib hemat batre nih sampe perjalanan usai..

test jepretan pertama seruni point itu padahal ada bulan sama bintang

















maaf gak gambarnya gak sempurna, tapi kalian kudu wajib dateng sendiri oke..salam sun sun sun muaaach
lanjut nanjak lagi...

aku selalu merindukan awan, matahari, dingin, hangatnya sang surya..masih selalu memburu cahayamu..

Jumat, 06 Juni 2014

basah-basahan gak lihat pelangi makan apel m a l a n g

tengah hari ke curug berharap ada pelangi..

Coban Pelangi merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).  Air terjun ini berada di ketinggian 1299,5 m di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas.dan memiliki terjunan air setinggi kurang lebih 110 m.   Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 19 - 23 derajat Celcius. Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi.

Bagi para pendaki Gunung Semeru, air terjun ini tidak asing bagi mereka, karena mobil jeep angkutan umum satu-satunya yang membawa mereka dari pasar Tumpang menuju ke Gunung Bromo akan melewati lokasi ini. 
erjarak seklitar 2 km dari desa Gubuk Klakah atau sekitar ± 32 km sebelah timur kota Malang
Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, arahkan perjalanan menuju Tumpang, dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah. Hati-hati karena setelah melewati desa, jalan mulai menanjak dan berkelok.  Air terjun ini berada sebelum masuk pertigaan Jemplang (yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo)  usai melewati Desa Gubuk Klakah disebelah kanan jalan ini akan terlihat jelas gapura bertuliskan air terjun Coban Pelangi

Dari area pintu masuk Coban Pelangi yang berada di atas tebing setinggi sekitar 100 meter, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun dan melintasi jembatan. Jarak tempuh jalan ini sekitar 1, 5 km hingga lokasi air terjun berada.

Waktu kunjungan paling pas ke  tempat ini adalah di pagi hari karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Juga pada musim penghujan pihak pengelola sering membatasi kunjungan hingga pukul 16.00.  Hal ini untuk menghindari munculnya air bah yang datang dari pegunungan di bagian hulu uang acap kali datang

sekilas coban pelangi..
trek yang dilalui itu mudah mudah gampang dan lelah..
selepas gerbang menuju curug itu jalanan landai dan menurun kiri kanan tebbbing dan jurang hirup lah udara dalam dalam alami dan tanpa polusi..bersyukur banget bisa deket sama alam terus ada kamu disamping aku..hehe *abaikan*

lewat jalan setapak,tanah dan berbatu suara gemuruh air terjun semakin dekat kita melewati jembatan bambu dulu beberapa jalan menanjak dan sampailah di coban pelangi.
















 





berangkatnya menurun pulangnya menanjak .. hedeh jantung ngosngosan... dicengin mas richi lagi masa gak kuat..
kuat dong nanjak doang..
asal ada kamu disamping aku aku kuat kok..hahaha

lanjut makan apel, aku gak doyan apel kl gak dikupas kl gak disuapin..tapi metik apel sendiri dari pohonnya terus dielas dimakan lumayan seru..walaupun metik apel milihnya salah masa keras semua kayak setengah mateng..mendinglah dari pada setengah hati lebih nyakitin..jleb..haha
sedih sih gk dapat pelangi..tapi jika beruntung bisa lihat pelangi..
 





makan gratis sepuasnya bawa pulang bayar..
haha
balik homestay istirahat



 

masih malang..malang nian mulai dingin

hari kedua setelah sampai homestay..

lanjut ke candi jago


Candi Jago terletak di Desa Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi ini dahulunya bernama Jayaghu. Candi ini menurut Negarakertagama diketahui sebagai salah satu candi pendharmaan bagi Maharaja Wisnuwardhana. Hayam Wuruk disebutkan pernah melakukan kunjungan ziarah ke makam leluhurnya yakni Wisynuwardhana yang dicandikan di Jayaghu atau Jago.

Sekalipun Candi jago diketahui sebagai makam Maharaja Wisynuwardhana, namun jika dilihat dari bentuk arsitektur dan ragam hiasnya maka bangunan itu berasal dari zaman majapahit akhir. Pada tahun 1272 Saka atau 1350 Masehi, misalnya, candi itu pernah diperbaiki oleh Adityawarman. Dan sesudah itu, candi itu tampaknya mengalami beberapa kali pemugaran pada kurun akhir majapahit yakni pada pertengahan abad ke 15.

Dilihat dari bentuk arsitekturnya, Candi Jago mirip sekali dengan bentuk punden berundak yang merupakan ciri bangunan religi dari zaman megalithikum yang mengalami kebangkitan kembali pada massa akhir majapahit. Badan candi terletak diatas kaki candi yang bertingkat tiga. Bangunan utama candi terletak agak kebelakang dan menduduki teras tinggi. Diduga pada bangunan utama itu diberi atap dari ijuk sebagaimana pura-pura di Bali. Bahkan dari sudut pandang aetiologi nama Desa Tumpang tempat dimana Candi Jago berada tentu berasal dari bentuk candi tersebut, sebab didalam bahasa Jawa kuno kata Tumpang memeliki arti "lapis, deretan bertingkat, bersusun, membangun dalam deretan bertingkat".

sekilas sejarahnya "kutip google"

menurut gua ini candi unik candinya mirip taman gak luas sih ya..ada ditengah tengah pemukiman penduduk..
dan gua disini gak belajar sejarahnya disini malah pada asik foto-foto dan gua nihil...






nih gambarnya masih copy google..